Selasa, 24 Juli 2012

Mengubah Laser inframerah menjadi sumber radiasi sinar-X

Menjajaki struktur dalam atom, molekul, dan zat padat memerlukan peran sinar-X. Energi dan panjang gelombang cahaya sinar-X sangat sesuai untuk mengamati sifat spin elektronik, rincian kimia, dan interaksi, di mana tidak ada jenis cahaya lain dapat mencapainya. Untuk alasan ini, ada banyak kepentingan dalam mengembangkan laser sinar-X (X-ray laser). Sementara kita telah berhasil mengubah beberapa akselerator partikel menjadi laser elektron bebas X-ray (free electron X-ray laser), perangkat laser sinar-x portabel akan membuat pencitraan canggih jauh lebih mudah didekati.
Sekarang, para peneliti telah mengembangkan perangkat yang berawal dari laser inframerah dan mengubahnya menjadi sinar dengan intensitas foton lebih tinggi. Perangkat baru ini tidak sama dengan laser, dimana memancarkan seluruh spektrum yang luas dari panjang gelombang. Namun, cahaya yang dihasilkan adalah koheren, dan yang paling penting, ia meluas menjadi sinar-X tanpa memerlukan akselerator partikel.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam makalah yang diterbitkan oleh majalah Science edisi Mei 2012 yang ditulis oleh Tenio Popmintchev dkk. Dalam makalah itu pulsa pendek dari laser inframerah diarahkan ke atom gas yang berada dalam tekanan tinggi. Interaksi yang kompleks antara foton inframerah dan elektron dalam atom-atom yang menghasilkan spektrum yang luas dari cahaya, mulai dari ultraviolet hingga sinar-X. Cahaya yang dipancarkan adalah koheren, yang berarti foton merambat bersama-sama secara berkorelasi, dalam bentuk pulsa sangat singkat dari cahaya dengan intensitas tinggi.

Belajar Fisika Melatih Daya Nalar dan Logika

Melatih nalar dan logika dengan fisika dan matematika
Daya nalar dan logika merupakan salah satu kemampuan penting dan keterampilan yang perlu dimiliki dan merupakan fitrah dari manusia. dengan logika ini, manusia berpikir dan membedakan mana yang benar dan salah. Dengan daya nalar manusia mampu berpikir untuk terus mempertahankan kelangsungan hidupnya dan keturunannya. Dengan daya nalar ini manusia dapat berkreasi dan menciptakan teknologi yang dapat mempermudah kehidupannya. Dengan daya nalar ini manusia terus berkembang dan meningkatkan kemampuannya dalam beradaptasi dengan lingkungan yang dinamis dan berubah secara kontinu.
Daya nalar dan logika merupakan salah satu keterampilan hidup atau life skill yang secara alami akan terus tumbuh dalam diri individu. Tidak ada satu cara yang sangat efektif tetapi semua manusia pada dasarnya memiliki kemampuan untuk meningkatkan daya nalarnya ini. tidak ada pelajaran khusus yang perlu dipelajari untuk melakukannya namun manusia memiliki ruang untuk terus meningkatkannya.
Pelajaran fisika bersama-sama dengan matematika diyakini mampu meningkatkan daya nalar dan logika manusia ini. di dalam fisika siswa akan terbiasa berpikir secara sistematis dan terstruktur karena siswa akan selalu dihadapkan pada pemecahan masalah, hubungan sebab akibat, pertanyaan dan jawaban yang logis, ilmiah, dan masuk akal. Pemecahan masalah dalam fisika biasa dilakukan secara terpola dan sistematis dengan mengikuti satu pola tertentu. Kemampuan untuk mengenali pola-pola yang kadang tersembunyi ini salah satu tantangan menarik dalam fisika.

Minggu, 01 Juli 2012

Pemecahan Misteri E=mc2 Einstein

Pemecahan simple rumus E = mc2 Einstein
63558
Tidak usah repot-repot bejaban sampe botak ubanan kayak einstein buat paham rumus E = mc2, nih ane ajarin cara simplenya
Ini rumus aslinya kan?
E = mc2
Coba kita pake variabel dibawah ini untuk memecahkan rumus ini
E = energi
m = makan
c = cemilan
* kuadrat 2 = 2 kali lipat
Jadi, dengan variable diatas di masukkan ke dalam rumus wasiat bapak Einstein itu
Energi = makancemilan2


Rabu, 27 Juni 2012

Profesor dan Seorang Mahasiswa

Terjadi sebuah perdebatan antara Profesor dan salah seorang Mahasiswa.
Berikut hasil percakapannya:
Prof: "Apakah Tuhan menciptakan segala yg ada?"
Mahasiswa: "Betul, Dia yg menciptakan semuanya."

"Tuhan menciptakan smuanya??" tanya profesor sekali lagi.
... ... "Ya prof, semuanya," kata mahasiswa itu.
Prof: "Jika Tuhan mnciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan..."
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis profesor tersebut.

Ada mahasiswa lain berkata, "Prof,
boleh saya bertanya sesuatu ?"
"Tentu saja," jawab si Profesor.

Mahasiswa : "Prof, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu ? Tentu saja dingin itu ada."
Mahasiswa itu menyangkal, "Kenyataannya, Prof, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas.
Suhu-460F adalah ketiadaan panas sama sekali dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut.
Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas".

Selasa, 26 Juni 2012

Zero is Hero


Zero is Hero

Anda tahu konsep angka "0" berasal dari mana?

Menurut sejarah, konsep "0" berasal dari Peradaban Hindu. Di mana peradaban besar lainnya pada saat itu belum mengenal konsep tersebut.

Bangsa Eropa mengetahui pertama kali konsep "0" dari peradaban Islam yang berpusat di Baghdad pada masa kejayaannya kira-kira antara tahun 750  - 1258 Masehi. Karenanya sistem angka internasional yang kita kenal sekarang disebut Angka Arab (Arabic Numerals), yang kemudian direvisi menjadi "Hindu-Arabic Numerals".

Lalu apa pentingnya jika terdapat konsep "0" dalam sistem angka?

Sangat teramat penting, bahkan dapat dibilang vital. Bangsa India-Pakistan pada peradaban di sungai Indus menggunakan angka bukan hanya untuk kepentingan Matematis seperti arsitektur, perbintangan, dan perhitungan lainnya. Namun mereka juga menggunakannya dalam Spiritualisme.

Perbandingan peradaban yang dibangun dengan sistem hitung yang belum mengenal konsep "0" dengan peradaban di lembah sungai Indus pada saat itu teramat jauh. Anda bayangkan kalau harus menghitung perencanaan arsitektur bangunan maupun astronomi dengan sistem angka Romawi, memusingkan dan amat tidak praktiskan?

Coba saja ajarkan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian yang kita pelajari di SD dengan sitem angka Romawi maupun sistem angka 1 - 10 di mana 10 bukan dua digit (1 dan 0) melainkan hanya 1 digit. Pasti jauh lebih mudah jika menggunakan konsep 0 bukan?

Indah Tidak Harus Mewah


Seorang suami mencium kening istrinya. 

Banyak dari kita berpikir untuk merasakan keindahan hidup harus memiliki harta yang berlimpah dengan pasangan yang rupawan. Nggak salah sih. Tapi nggak sepenuhnya harus begitu.

Kalau kita masih muda dan masih memiliki banyak kesempatan untuk mewujudkannya, saya sangat menyarankan untuk memiliki standard hidup yang baik dari sisi materi dan pasangan hidup.

Tapi untuk sebagian dari kita yang memilih hidup sederhana bisa juga kok menikmati hidup ini seutuhnya. Contohnya foto di atas. Satu kata dari saya: So sweet! Amazing, saya sangat kagum mwlihatnya...

Mengapa hanya merasakan manisnya hubungan waktu masih pacaran atau pengantin baru. Mengapa hanya bisa menikmati hidup ketika pasangan kita masih muda dan cantik. Seperti seorang pria tua di atas. Dia dapat merasakan cinta dan keharmonisan dengan istrinya ketika usia mereka sudah senja dan nggak harus di kafe atau restoran mahal bro! Nggak juga mesti lihat Film romantis di Bioskop XX1. Yang penting cinta! itu namanya suami istri!

Setelah melihat foto diatas, saya berharap semoga makin banyak dari kita yang mampu mencintai tanpa syarat dan tanpa masa kadaluarsa seperti foto di atas... :)

Selasa, 12 Juni 2012

Laporan Kehidupan

Hari-hariku tak pernah terlewati dengan segenap laporan peliknya kehidupan…
Kupasang logo hidupku di cover depan...
Hitam putih kehidupanku kutuangkan de dalamnya…
Setiap kejadian kutata dalam label hidupku dan ku interpretasikan setiap maknanya…
Tidak lupa …ku bahas semua yang kualami dengan tinjauan pustaka kehidupan...
Semuanya terbingkai dalam margin 4333...
Tertuang dalam kertas A4...
Dengan goresan indah TNR 12...
Di akhir laporan khidupanku, ku simpulkan apa yang telah kujalani dan ku alami agar aku bsa menjawab tujuan hidup ini…

Statistik