Sabtu, 18 Februari 2012

Jika belum siap, cintai ia dalam DIAM…


Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam …
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya …
kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya...

Kamis, 09 Februari 2012

The Fourth Kind dan Legenda Sumeria

Film "The Fourth Kind" bercerita mengenai file-file video terkait dengan kejadian aneh yang menimpa penduduk kota Nome, Alaska pada tahun 1960-an sampai ke tahun 2000-an. Fokus utama dari film ini adalah investigasi yang dilakukan oleh Dr. Abigail Tyler atas kejadian yang menimpa diri dan keluarganya serta beberapa penduduk kota tersebut. Istilah "The Fourth Kind" merujuk pada klasifikasi pertemuan dengan extraterrestrials atau makhluk asing:
Close encounter of the first kind adalah penampakan dari satu atau lebih pesawat asing (UFO). Close encounter of the second kind adalah penampakan yang disertai efek samping terhadap lingkungan: radiasi, luka bakar, kelumpuhan badan, gangguan siaran TV, hewan yang ketakutan, dan berbagai tanda fisik lainnya. Close encounter of the third kind berdefinisi penampakan/kontak dengan entitas yang terkait dan berada di dalam atau di sekitar pesawat asing (UFO), ataupun entitas asing yang dinilai mempunyai intelegensia, tanpa adanya UFO.
Sementara itu, close encounter of the fourth kind adalah penculikan manusia oleh makhluk asing (biasanya dalam keadaan tidak sadar). Close encounter of the fifth kind menggambarkan kontak bilateral manusia secara sukarela dan sadar dengan makhluk asing. Close encounter of the sixth kind menunjukkan insiden dengan makhluk asing yang mengakibatkan kematian. Dan yang terakhir, close encounter of the seventh kind adalah interaksi makhluk asing dengan manusia, sampai dengan perkawinan antar jenis, dan intervensi makhluk asing terhadap sejarah manusia.
Sebelum film "The Fourth Kind", Steven Spielberg telah membuat film "The Encounters of The Third Kind" pada tahun 1977, menceritakan dengan detail proses pertemuan manusia dengan makhluk asing. Kemudian kisah itu diulang kembali oleh Spielberg dengan cerita yang berbeda dalam "E.T.: the Extra-Terrestrial" pada tahun 1982. Konon, Presiden Ronald Reagan mengundang khusus Steven Spielberg ke Gedung Putih untuk menonton film E.T. di ruang pribadinya. Dan ketika film itu selesai, komentar sang Presiden adalah bahwa film itu sangat mendekati kenyataan. Sebuah komentar yang sangat sulit diklarifikasi oleh Spielberg kepada Reagan sampai akhir hayatnya. Tapi satu hal yang pasti, Spielberg memang menulis cerita kedua film itu berdasarkan hasil wawancara dengan orang-orang yang mengaku melakukan kontak dengan makhluk asing.
Kembali ke film "The Fourth Kind", apabila dilihat sekilas film ini hanya menunjukkan re-enactment mengenai apa yang terjadi dengan Dr. Abigail Tyler, disertai dengan metode hipnotisnya untuk mencari keterangan mengenai apa yang terjadi dengan beberapa orang di kota kecil Alaska tadi. Tapi rupanya setelah penulis mengamati secara detil, terdapat satu adegan yang menarik dari film ini. Adegan itu adalah ketika Dr. Tyler sendiri dihipnotis, dan kemudian meracau dalam bahasa yang belum pernah ia pelajari sebelumnya. Bahasa itu ternyata bahasa Sumeria kuno, dan setelah diterjemahkan oleh ahli bahasa ternyata artinya adalah "I am God". Seperti disebutkan oleh sang aktor utama, Milla Jovovich pada awal film: at the end, we must choose what to believe.
Memang adegan itu hanya muncul sekilas, dan tidak terlalu diekspos secara dalam oleh produser dan sutradara film "The Fourth Kind", mungkin karena pertimbangan tertentu. Namun dengan adanya pernyataan Milla Jovovich di awal film dan juga penonjolan bahasa Sumeria yang menyebutkan kalimat itu, penulis berkeyakinan bahwa film ini berusaha untuk men-challenge keyakinan kita. Nah, untuk lebih memahami kaitannya, penulis akan mencoba menyuguhkan asal usul bangsa Sumeria.

Sabtu, 26 November 2011

Kata - Kata Bijak

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan   yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ingin bahagia, buatlah tujuan yang bisa mengendalikan pikiran, melepaskan tenaga, serta mengilhami harapan Anda, (Andrew Carnegie).

Senin, 17 Oktober 2011

Perasaan yang tak Terbendung

Hari ini, dia terlihat berbeda dari biasanya...terutama pada senyumnya...
dia memperlihatkan senyum yang begitu menawan hingga sampai saat ini masih terus terbayang-bayang dipiranku. Bukan cuma hal itu, karena dia, hidup ini terasa begitu indah....
bagiku..... 
dia adalah penyemangat hidupku...
dia adalah inspirasiku...
dan mungkin dia adalah tujuan hidupku....

Sabtu, 15 Oktober 2011

Riwayat Hidup Albert Einstein

1879 - Albert Einstein lahir dari pasangan HErmann Einstein dan Pauline di Ulm Jerman.
1884 - Untuk pertama kalinya Einstein berpikir untuk menyelidiki tentang kealamian dunia.
1889 - Di usia ke 10, Albert belajar secara otodidak dan membaca buku tentang ilmu pengetahuan.
1894 - Di usia ke 15, Albert pindah dari Munich ke Pavia, Italia. Dia menetap di Munich hanya untuk menyelesaikan tahun ajarannya, selanjutnya ia pindah ke Pavia bersama keluarganya.
1895 - Albert mencoba untuk melewati Sekolah Menengah dengan mengikuti ujian masuk Polikteknik di Swiss (sebuah sekolah teknik bergengsi) namun gagal pada mata kuliah seni. Kemudian
keluarganya mengirimnya ke Aarau di Swoss untuk menyelesaikan sekolah menengahnya.
1896 - Albert lulus dari sekolah menengah di usia 17 dan mendaftarkan diri di ETH ( Politeknik Negeri) di Zurich.

BLINK 182 - I miss you

(I miss you miss you)
Hello there the angel from my nightmare
The shadow in backround of the morgue
The unsespecting victim of darkness in the valley
We can live like Jack and Sally if we want
Where you can always find me
And we'll have Halloween on Christmas
And in the night we'll wish this never ends
We'll wish this never end 

Berpikir

Tahukah Anda, mengapa hanya sedikit perusahaan yang dapat menerangkan dengan jelas etika perusahaannya, seperti: profesionalitas, independensi, transparansi, kejujuran, dan loyalitas, serta mengoperasikan perusahaannya menurut etika tersebut?"
Tanya doktor filsafat berambut pirang itu dengan serius. Para peserta forum pelatihan singkat hak asasi manusia (HAM) itu tercekat. Suasana musim gugur khas Australia di luar jendela membuat suasana semakin pucat.
Simon Longstaff, sang filsuf itu, lalu menjawab sendiri, "Karena kebanyakan pemimpin dan karyawan perusahaan bekerja hanya untuk bekerja, tetapi tidak berpikir." Dan wajah para peserta pun terlongong. Tidak berpikir? Bukankah ketika seorang manusia baru bangun tidur pun, ia sudah segera mulai memikirkan, terlambat shalatkah ia atau akan sarapan apa ia pagi itu? 

Statistik